Round Up – Usai Vietnam terbitlah Kamboja

Jakarta (ANTARA) – Pesta olahraga negara-negara kawasan Asia Tenggara alias SEA Games ke-31 di Vietnam telah usai. Seremoni penutupan yang dihelat di Vietnam Asian Indoor Game, Hanoi, Vietnam, Senin, itu ditandai dengan serah terima secara simbolis bendera SEA Games Federation ke Kamboja selaku tuan rumah selanjutnya pada tahun depan.

Beberapa saat sebelumnya, bendera SEA Games Federation bergambar 11 cincin tersebut diturunkan oleh perwakilan atlet Vietnam yang kemudian membawanya kepada Ketua Komite Olimpiade Vietnam Nguyen Van Hung.

Selanjutnya bos organisasi Olimpiade Vietnam itu menyerahkannya kepada Ketua Komite Olimpiade Kamboja Khon Thong dan kemudian disempurnakan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Kamboja “Nokor Reach” sebagai simbolisasi serah terima tuan rumah SEA Games berikutnya.

Sedikit berbeda dengan upacara pembukaan yang menampilkan pertunjukan massal dan efek visual spektakuler, seremoni penutupan kali ini digelar dengan format yang lebih santai namun nyaman dan bersahabat.

Dengan mengusung moto “datang bersama untuk bersinar”, tuan rumah Vietnam ingin memanjakan para atlet yang telah melewati banyak kompetisi dan menunjukkan bakat serta kemampuan maksimal mereka dengan beragam suguhan kesenian lokal. Semua itu diharapkan bisa menjadi momen bagi semua orang untuk menghormati dan mengapresiasi mereka, serta untuk meningkatkan sportivitas.

Baca juga: Vietnam serahkan bendera SEA Games ke Kamboja

Layar LED dengan panjang 580 meter dalam ruangan dipasang untuk acara tersebut dan ada panggung utama di tengah seluas 611 meter persegi. Ada juga dua panggung di samping seluas 315 meter persegi untuk menciptakan efek suara dan cahaya terbaik.

Ada pula pertunjukan musik yang menampilkan lagu-lagu daerah Vietnam “quan ho” , “Moi trau” , “Gia ban”, dan “Nguoi oi nguoi o dung ve.” Penyanyi kontemporer kenamaan seperti Uyen Linh, Van Mai uong, dan Duong Hoang Yen tampil di atas panggung menyemarakan acara penutupan tersebut.

Bagi kontingen Indonesia, perhelatan SEA Games 2021 di Vietnam kali ini menjadi salah satu upaya membenahi atlet hingga merancang strategi berkompetisi di ajang-ajang olahraga internasional selanjutnya.

Sebagaimana dikemukakan Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia di SEA Games Vietnam 2021, Ferry J Kono, setidaknya dari perhelatan ini Indonesia kini telah memiliki data base kompetitor untuk keseluruhan cabang olahraga yang nantinya dipertandingkan di Kamboja.

Baca juga: SEA Games 2021 Vietnam resmi ditutup

Selama ini, menurut Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu, Indonesia tidak memiliki data seputar atlet-atlet dari negara pesaing sehingga penyusunan peta jalan menuju kemenangan hanya dilakukan dengan meraba-raba dan seadanya saja.

Namun berkat adanya SEA Games Vietnam pada tahun ini, KOI telah mengantongi data 3.000 atlet yang bakal menjadi lawan pada ajang SEA Games mendatang sehingga bisa dibuat analisis yang lebih mendalam sebelum melangkah menuju Kamboja.

“Yang sulit bagi kami itu mendapatkan data atlet dari negara-negara pesaing, nah kini kita sudah ada, sehingga ke depannya bisa lebih tepat lagi dalam menentukan siapa atlet yang akan dikirim,” kata Ferry.

Di SEA Games kali ini, kontingen Merah Putih mengambil strategi yang agak berbeda yakni dengan mengurangi jumlah atlet hingga separuh dari kekuatan di SEA Games Filipina 2019.

Indonesia hanya mengirimkan 499 atlet untuk bertanding di 315 nomor pada ajang dua tahunan yang sempat ditunda satu tahun karena adanya pandemi COVID-19.

Namun dengan kekuatan tersebut, Indonesia justru sukses menembus peringkat tiga besar dengan koleksi 69 emas, 91 perak, 81 perunggu pada klasemen akhir perolehan medali SEA Games 2021 Vietnam.

Capaian ini memperbaiki posisi Indonesia di SEA Games 2019 Filipina yang berada di urutan ke-4 dan sekaligus pula memenuhi target yang diberikan Presiden Joko Widodo.

Di Vietnam, dari 32 cabang olahraga yang ikuti, atlet-atlet Indonesia mencatat banyak kemajuan untuk sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade, semisal rowing, kano, menembak dan panahan yang mampu menjadi lumbung emas bagi kontingen Indonesia.

Selain itu tercipta pula sejarah baru dari arena basket, dimana tim putra Indonesia mampu meraih emas setelah sukses meredam kedigdayaan Filipina yang selama ini menguasai podium selama 13 kali pelaksanaan kejuaraan dua tahunan itu.

Kejutan juga terjadi di Negeri Paman Ho setelah renang mampu melahirkan juara baru yakni Masniari Wolf (16 tahun) dan Flairene Candrea (17 tahun) dimana keduanya meraih emas dalam laga debut dan memutus paceklik emas dari atlet renang putri Indonesia.

Baca juga: Menpora sebut hasil SEA Games Vietnam sesuai harapan Presiden dan DBON

Agenda selanjutnya

Kini setelah perhelatan SEA Games 2021 Vietnam tutup buku, para atlet Merah Putih harus bersiap menyongsong agenda-agenda olahraga internasional selanjutnya.

Dari cabang catur, WIM Chelsie Monica Ignesias Sihite akan fokus menatap Olimpiade Catur 2022 di Chennai, India pada 28 Juli-10 Agustus setelah meraih satu medali emas dan perak pada SEA Games Hanoi, Vietnam. Dia mengatakan akan berusaha memperbaiki permainan agar bisa terpilih mewakili Merah Putih dalam pesta olahraga catur terbesar di dunia tersebut.

Selanjutnya para pedayung Merah Putih bakal kembali menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) sepekan setelah SEA Games Vietnam. Tantangan yang lebih besar akan mereka hadapi dan yang terdekat adalah World Rowing Championships 2022 atau Kejuaraan Dunia Rowing di Racice, Republik Ceko pada 18-25 September.

Baca juga: WIM Chelsie fokus ke Olimpiade Catur 2022 di India usai SEA Games 2021

Selain Kejuaraan Dunia Rowing tersebut, atlet Indonesia juga bakal mempersiapkan diri untuk menghadapi Asian Games Hangzhou, China 2022 dan juga kualifikasi Olimpiade Paris 2024.

Perhatian untuk Olimpiade Paris juga diisyaratkan cabang angkat besi yang pada SEA Games Vietnam kali ini sukses menyumbang tiga emas, tiga perak dan empat perunggu. Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) akan memfokuskan para atlet untuk kualifikasi Olimpiade Paris 2024 yang akan dimulai pada Desember.

Ajang Islamic Solidarity Games yang bakal berlangsung Agustus nanti di Turki dan Kejuaraan Asia juga akan menjadi ajang terdekat yang akan diikuti para lifter.

Dari cabang bola basket yang sukses mencetak sejarah baru di Vietnam akan kembali fokus menyiapkan tim nasional untuk mengikuti Kejuaraan Bola Basket Asia (FIBA Asia Cup)

Sementara bagi debutan duet anyar pebulu tangkis Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang sukses meraup emas ganda campuran, target selanjutnya adalah mengincar peringkat dunia setelah mereka sudah bisa turun dalam turnamen di atas level Super 500.

Meraih prestasi gemilang di pentas regional seperti SEA Games kali ini tentu tidak mudah, apalagi untuk level global sekelas Olimpiade yang menjadi ujung dari seluruh proses pembinaan atlet dan dunia keolahragaan Indonesia saat ini.

“Tantangan kita ke depan jauh lebih berat. Target utama kita adalah Olimpiade, untuk menuju ke sana kita harus mulai dari sekarang perubahan paradigma olahraga Indonesia,” demikian Menpora Zainudin Amali mengatakan.

Baca juga: Atlet dayung Indonesia kembali ke pelatnas sepekan usai SEA Games 2021

Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2022