Rafa Nadal memburu kemenangan terbesar, kata pelatih

Jakarta (ANTARA) – Kemenangan dalam final tunggal putra French Open pada Minggu akan membuat petenis Spanyol Rafa Nadal merengkuh pencapaian terbesar dalam kariernya, bahkan melampaui keberhasilannya menjuarai Australian Open tahun ini ketika dia memenangkan rekor Grand Slam ke-21, kata pelatihnya Carlos Moya kata seperti dikutip Reuters, Minggu.

Nadal yang tengah memburu gelar French Open ke-14 ditantang Casper Ruud dari Norwegia dan baru berusia 23 tahun yang pernah berlatih di akademi Nadal dan merupakan petenis spesialis tanah liat paling sukses sejak 2020.

“Apa yang saya lihat di Australia tahun ini memang sudah melampaui apa pun. Tapi apa yang saya lihat di sini adalah melalui permainannya sendiri. Ini ukuran lain dari ketahanannya,” kata Moya kepada Reuters.

Baca juga: Nadal ke final French Open setelah Zverev mundur lantaran cedera

“Saya kira akan menjadi pencapaian yang lebih besar jika menjuarai French Open hari ini ketimbang Australian Open,” kata dia. “Sungguh istimewa jika dia juara. Menurut saya, yang ini adalah salah satu yang paling layak dipuji sepanjang karirnya.”

Dalam final Australian Open Januari silam, Nadal yang berusia 36 pada Jumat, sempat tertinggal dua set sebelum mengalahkan Daniil Medvedev dan mengantongi gelar kedua di sana.

Beberapa bulan sebelumnya dia bahkan mempertimbangkan pensiun setelah masalah kaki yang selalu mengganggu sepanjang kariernya muncul kembali sehingga memaksanya absen dalam sebagian besar musim 2021 termasuk Wimbledon, Olimpiade dan US Open.

Dia masuk gelanggang Australia dengan kurang persiapan dan tidak dalam kondisi kesehatan terbaik setelah juga menderita Covid-19. Tapi Moya mengatakan justru di Paris keadaannya lebih berat lagi di mana Nadal membawa seorang dokter untuk melewati turnamen meskipun dibalut cedera kaki.

“Persiapan untuk Australia tak seberapa, dan di sini bahkan lebih kurang lagi, tapi ini lapangan tanah liat,” kata Moya. “Baiklah, itu memang agak sedikit mengubah. Hal-hal terjadi di sini yang mungkin menempatkan ini di atas Australia.”

Baca juga: Nadal lalui ujian terberat kalahkan Djokovic di Roland Garros

Nadal dipaksa bermain lima set oleh Felix Auger-Aliassime pada babak keempat dan membutuhkan empat set untuk menggulingkan pesaing utama Novak Djokovic dalam delapan besar.

Pada Jumat dia memimpin 7-6, 6-6 melawan Alexander Zverev sampai petenis Jerman itu mundur karena cedera pergelangan kaki. Moya yang pernah menjuarai French Open mengakui tidak tahu bagaimana pertandingan itu berakhir jika situasinya normal.

“Tentu saja dia bisa kehilangan dua gim terakhir,” kata Moya. “Entah bagaimana dia selamat.”

Baca juga: Final French Open: Upaya Nadal menjadi juara tertua di Roland Garros

Baca juga: Ruud jadi petenis Norwegia pertama ke final Grand Slam

Baca juga: Bukan tandingan Gauff, Iga Swiatek juarai French Open 2022

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2022