Menang perang saudara, Ervan memimpin catur klasik SEA Games 2021

Jakarta (ANTARA) – Pecatur Indonesia IM Mohamad Ervan (2367) memimpin klasemen sementara nomor standar atau klasik cabang olahraga catur SEA Games 2021 setelah menyapu dua babak dengan kemenangan pada hari kedua di Quang Ninh Exhibition Center, Vietnam, Rabu.

Pada babak ketiga yang berlangsung pagi hari, Ervan yang mengendalikan buah hitam sukses mengalahkan IM Tin Jingyao (2499) dari Singapura, dan pada babak keempat di sore hingga malam hari, Ervan memenangi perang saudara melawan GM Novendra Priasmoro (2501).

Berbekal tambahan dua poin membuat Ervan sendirian berada di puncak klasemen dengan total poin 3,5. Pecatur kelahiran tahun 1992 ini unggul 0,5 poin dari pecatur tuan rumah Vietnam

GM Nguyen Ngoc Truong Son (2641).

Truong Son mengalahkan Novendra pada babak ketiga, tetapi pada babak keempat sang unggulan pertama itu ditahan remis IM Yeoh Li Tian (2523) dari Malaysia.

Sementara itu, Novendra yang pada hari pertama memimpin dengan dua kemenangan, harus terlempar ke posisi lima dengan nilai 2,0.

Baca juga: Dewi Citra dan Novendra pimpin klasemen catur standar hari pertama

Baca juga: Novendra tantang unggulan pertama di babak ketiga catur SEA Games

Menurut manajer tim catur Indonesia di SEA games 2021, Kristianus Liem, jika Ervan terus menunjukkan permainan konsisten, maka selain berpeluang merebut medali emas juga memiliki kesempatan untuk meraih norma grand master di ajang SEA Games ini.

“Ervan bagus. Lawan yang dihadapi juga bukan main-main. Secara elo rating lawan yang dikalahkan di atas dia. Di SEA Games Vietnam ini juga dia punya kesempatan untuk meraih gelar norma grandmaster, karena secara syarat pertandingan memungkinkan,” kata Kristianus yang merupakan Kepala Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi (Kabid Binpres) PB Percasi.

Nomor catur klasik atau catur standar SEA Games 2021 diikuti 12 pecatur dan akan memainkan 9 babak dengan menggunakan Sistem Swiss. Hingga hari kedua telah menyelesaikan 4 babak dan babak selanjutnya akan dimainkan Jumat (13/5) setelah jeda sehubungan adanya acara pembukaan pesta olahraga multicabang tingkat Asia Tenggara ini pada Kamis (12/5).

Sementara itu, di nomor catur klasik putri pecatur Indonesia WIM Dewi Citra Ardhiani Anastasia (2211) gagal mempertahankan posisi puncak setelah harus kehilangan poin saat dikalahkan pecatur Vietnam WGM Vo Thi Kim Phung (2340) pada babak ketiga dan hanya bermain remis dengan pecatur Thailand WCM Prommuang Araya (1628).

Dengan hanya tambahan 0,5 poin, Dewi Citra tergeser dari posisi puncak oleh WGM Vo Thi Kim Phung. Pecatur Vietnam ini memimpin dengan poin 3,5, atau 1,0 poin di atas empat pecatur di bawahnya, termasuk dua pecatur Indonesia Dewi Citra dan GM Irene Kharisma Sukandar (2392).

Pada hari kedua Irene yang merupakan unggulan teratas menambah 1,5 poin hasil remis dengan pecatur Filipina WGM Frayna Janelle Mae (2221) pada babak ketiga dan menang atas WGMGong Qianyun (2348) dari Singapura.

Baca juga: IM Irene unggulan pertama nomor catur klasik putri SEA Games Vietnam

Baca juga: Percasi berharap bisa meraih lebih dari dua emas pada SEA Games Hanoi

Pewarta: Dadan Ramdani
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2022