Menakar sistem penjaringan atlet nasional

Palembang (ANTARA) – Indonesia menempati posisi terhormat pada SEA Games Vietnam 2021, 12-24 Mei 2022, dengan berada pada urutan ketiga dari total 11 negara peserta dalam klasemen akhir perolehan medali.

Capaian ini melampaui target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hanya mengharapkan Kontingen Indonesia menyamai hasil pada SEA Games Filipina 2019 yakni finis pada urutan keempat.

Kerap disebut-sebut, keberhasilan ini tak lepas dari penerapan sistem baru dalam penentuan cabang olahraga dan nomor pertandingan yang akan diikutsertakan ke ajang dua tahunan itu.

Indonesia pun membentuk Tim Review berisikan utusan-utusan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta para pakar untuk menganalisis peluang seorang atlet meraih medali melalui pengamatan rekam jejak hingga melakukan serangkaian uji kebugaran.

Singkatnya, hanya atlet berpotensi meraih medali yang mendapatkan tiket berlaga di SEA Games, tak ada lagi yang berangkat untuk sekadar menambah jam terbang.

Baca juga: Klasemen SEA Games : Indonesia posisi tiga saat tuan rumah berkuasa

Walhasil, negara berpenduduk 270 juta jiwa ini hanya mengirimkan 499 atlet untuk terjun di 32 cabang olahraga dan 315 nomor pertandingan, atau hanya separuh dari kekuatan di SEA Games Filipina 2019.

Walau memangkas jumlah atlet, hasil yang diraih Indonesia justru mengejutkan. Dengan perolehan 69 emas, 91 perak dan 81 perunggu mampu finis pada urutan ketiga di bawah tuan rumah Vietnam dan Thailand yang menepati peringkat satu dan dua.

Kontingen Indonesia hanya gagal memenuhi harapan Kepala Negara dari sisi torehan medali emas yakni kurang dari 70 keping.

DBON

Prestasi Indonesia dalam pesta olahraga Asia Tenggara dua tahunan itu sempat menurun pada SEA Games 2015 dan SEA Games 2017 dengan berada di peringkat lima. Namun, pada SEA Games 2019 merangsek ke urutan empat.

Bicara prestasi olahraga, Presiden Jokowi meminta diterapkannya cara-cara baru dalam mencapai prestasi karena apa yang dilakukan selama usia Kemerdekaan RI tak kunjung menempatkan Indonesia di posisi sebenarnya.

Sebagai negara dengan jumlah populasi keempat terbanyak di dunia, ironis bagi Indonesia menelan fakta tak mampu bersuara banyak di pentas Olimpiade.

Ini karena negara belum memiliki desain olahraga olahraga dari hulu hingga ke hilir sehingga atlet yang ditemukan sebagian besar by accident (tanpa kesengajaan).

Baca juga: Okto: Sukses SEA Games berkat atlet, stakeholder termasuk Menpora

Pada peringatan Hari Olahraga Nasional ke-38, Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Keinginan negara ini juga diperkuat oleh UU Nomor 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Lantaran itu pula, Kemenpora sudah memutuskan bahwa ajang SEA Games sebatas target ‘perantara’ untuk menuju Olimpiade.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan apa yang terjadi saat ini menunjukkan terjadi perkembangan yang menarik, yang mana dengan berkurangnya jumlah atlet justru prestasi menjadi lebih baik.

“Artinya kita menjalankan DBON dengan benar, karena semua yang dikirim ini di-review, tidak sekadar mengirim,” kata dia.

Atas dasar capaian ini, Menpora menegaskan bahwa pemerintah pada SEA Games 2023 dan Asian Games akan jauh lebih ketat dalam pengiriman atlet.

Sekretaris Jenderal KOI Ferry J Kono yang juga menjabat Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia pada SEA Games Vietnam 2021 mengatakan hampir 90 persen hasil dari analisis Tim Review mendekati kebenaran di SEA Games kali ini.

“Terdapat 19 medali emas yang gagal didapatkan tapi terdapat 10 medali emas yang justru didapatkan, atau hanya berselisih 10 medali emas,” kata dia.

Baca juga: Menpora: SEA Games 2021 bekal dalam persiapan menuju Olimpiade Paris

Menurutnya, analisis ini sebenarnya akan lebih presisi andai Indonesia memiliki data atlet-atlet dari negara pesaing. Mengingat dalam tiga tahun terakhir terjadi kevakuman dikarenakan pandemi COVID-19 membuat Tim Review hanya memakai data rekam jejak dan uji kebugaran.

Namun ke depan, analisis akan jauh lebih baik karena Tim Review telah mengantongi data dari 3.000 atlet yang bertanding di SEA Games berdasarkan keikutsertaan Indonesia di SEA Games Vietnam.

Dalam pesta olahraga Asia Tenggara edisi ke-31 ini, sebanyak empat cabang olahraga menjadi juara umum, dayung/kano/kayak, menembak, panahan, dan voli. Adapun cabang olahraga tidak berhasil menyumbang medali, yakni anggar.

Halaman selanjutnya: Medali dari cabang…

COPYRIGHT © ANTARA 2022