Lebanon ke semifinal FIBA Asia berkat kemenangan bersejarah atas China

Jakarta (ANTARA) – Tim nasional bola basket Lebanon melangkah ke babak semifinal Piala FIBA Asia 2022 berkat kemenangan bersejarah atas China dengan skor 72-69 dalam laga perempat final di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu.

Itu merupakan kemenangan pertama yang dibukukan Lebanon atas China di ajang Piala FIBA Asia, sejak mereka ambil bagian di turnamen setingkat itu pada 1999.

Laman FIBA Asia mencatat kedua tim sudah 11 kali bertemu di Piala FIBA Asia atau turnamen selevel dan China selalu berhasil meraih kemenangan.

Baca juga: Pelatih Yordania teramat bahagia akhirnya bisa kalahkan Iran lagi

Kali ini kapten Wael Arakji sekali lagi jadi bintang kemenangan Lebanon lewat 32 poin yang diborongnya sepanjang pertandingan.

Pemain naturalisasi Jonathan Arledge menambahkan dwiganda 16 poin dan 11 rebound, sementara Sergio El Darwich turut menyumbang 10 poin.

Di kubu China hanya Zhou Qi saja yang bisa membukukan raihan angka dua digit yakni 22 poin. Hal itu tentu tidak lepas dari kenyataan bahwa Zhou sepanjang pertandingan dilanggar 11 kali oleh lawan.

Lebanon mengawali pertandingan dengan baik dan memimpin 10-2 ketika Sergio El Darwich menyeploskan layup. Dominasi dan tembakan yang lebih akurat tetap dimiliki Lebanon hingga menutup periode pertama dengan keunggulan 17-13 atas China berkat layup Arakji.

Lebanon menciptakan marjin dua digit pertama mereka pada pertengahan kuarter kedua saat Arledge membukukan three-point play dan membuat kedudukan 32-22 atas China.

Baca juga: Pemain Iran diapresiasi walau tersisih di perempat final FIBA Asia

China sempat mendekat hingga 29-32 berkat tembakan dua angka Sun Minghui pada sisa waktu satu menit 48 detik kuarter kedua, tapi Lebanon kembali menjauh 39-30 saat periode itu berakhir.

Lebanon kian memantapkan marjin keunggulan mereka lewat rentetan poin 10-3 dalam separuh awal kuarter ketiga ditutup tripoin dari Elie Chamoun, yang membuat kedudukan 49-33.

China berusaha keras memangkas jarak dan dua lemparan gratis yang dikonversi Sun menutup kuarter ketiga dengan ketertinggalan 45-57 dari Lebanon.

China memangkas jarak menjadi satu digit dalam kedudukan 52-59 setelah Zhou membukukan three-point play yang disusul tripoin Xu Jie demi membuat skor 55-59 saat pertandingan menyisakan waktu enam menit 22 detik.

Selepas time-out, Arledge berusaha memindahkan momentum ke arah Lebanon dengan dunk yang dihempaskannya, tapi China justru kian mendekat 59-61 setelah Xu Jie melesakkan tripoin lagi pada sisa waktu lima menit 43 detik.

Baca juga: Yordania buka rangkaian perempat final dengan jungkalkan Iran 91-76

Zhou yang menjelma jadi mesin penghasil foul membuat kedudukan imbang 61-61 yang dijawab Arakji dengan tembakan midrange untuk merestorasi keunggulan Lebanon 63-61, tapi China untuk pertama kali sepanjang laga merebut keunggulan 64-63 lewat tripoin Xu Jie.

Lebanon tak dilanda panik karena momentum positif China dan terus berjibaku menghindari pancingan foul Zhou hingga Arakji menciptakan jarak relatif aman lagi 71-66 lewat sebuah floater pada sisa waktu 41 detik.

China sempat mendekat lagi 69-71 lewat tripoin Jiang Weize tapi kemudian Lebanon mendapat dua lemparan gratis yang hanya satu di antaranya bisa dimanfaatkan Arledge.

Kendati demikian Arledge kemudian menebus kegagalannya dengan memblok percobaan tripoin Gu Quan demi mengunci kemenangan Lebanon 72-69.

Di semifinal Lebanon bakal bertemu Yordania dalam pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (23/7).

Baca juga: Lebanon tutup penyisihan Grup D dengan kemenangan telak atas India

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2022