Komisioner NBA cari solusi setelah Joel Embiid gagal masuk tim All-NBA

Jakarta (ANTARA) – Komisioner NBA Adam Silver menyatakan ia dan jajarannya akan mencari solusi setelah bintang Philadelphia 76ers Joel Embiid gagal masuk dalam pemilihan tim All-NBA First Team musim ini.

All-NBA First Team adalah penghargaan setara pemilihan tim terbaik dalam semusim NBA yang berisikan lima pemain pilihan panel berisikan penyiar dan reporter olahraga global.

Musim ini, Embiid sukses merengkuh gelar Top Skor NBA 2021-22 dengan rata-rata 30,6 poin dan jadi urutan kedua dalam persaingan Pemain Terbaik (MVP) NBA kalah dari bintang Denver Nuggets, Nikola Jokic.

Akan tetapi, dengan segala capaian gemilang itu, Embiid hanya berakhir masuk dalam tim All-NBA Second Team atau tim terbaik kedua NBA.

Hal itu tidak lepas dari pola pemilihan tim All-NBA yang masih berbasis lima posisi pemain yakni center, point guard, shooting guard, small forward, dan power forward.

Kebetulan Jokic dan Embiid musim ini sama-sama memainkan peran mereka sebagai center, sehingga keduanya tidak bisa masuk dalam All-NBA First Team secara bersamaan.

Baca juga: Nikola Jokic jadi MVP NBA dua musim beruntun

Baca juga: Joel Embiid merasa Sixers belum capai performa terbaik

Silver yang menggelar jumpa pers jelang Gim 1 Final NBA antara Golden State Warriors kontra Boston Celtics di Chase Center, California, Kamis (2/6) waktu setempat, sempat membahas pola pemilihan tim All-NBA tersebut dalam sambutannya.

“Kami adalah liga yang semakin berakhir ke bola basket tanpa posisi,” kata Silver dikutip dari situs resmi NBA, Jumat.

“Kami akan berdiskusi dengan para pemain untuk mengubah cara memilih tim All-NBA, sebab hal ini akan menimbulkan dampak finansial terhadap para pemain,” ujarnya menambahkan.

Sementara pemilihan tim All-NBA masih berbasis lima posisi ortodoks, hal berbeda sudah berlaku di pemilihan tim All-Star yang dalam beberapa tahun terakhir memilih dua pemain “lini belakang” (biasanya guard) dan tiga “lini depan” (meliputi forward dan center).

Sebagaimana disampaikan Silver, perubahan format pemilihan tim All-NBA memang akan menimbulkan dampak finansial kepada para pemain di NBA.

Pasalnya, raihan penghargaan maupun capaian tim-tim All-Star dan All-NBA dijadikan syarat oleh NBA bagi seorang pemain untuk dinyatakan berhak memperoleh tawaran kontrak supermaksimal yang bernilai puluhan juta dolar lebih dibandingkan kontrak maksimal misalnya.

“Itu akan berdampak pada insentif dan kontrak pemain, selain juga berkenaan dengan makna penghargaan itu sendiri maupun warisan si pemain. Jadi kami akan melihat lebih jauh persoalan ini,” kata Silver.

Baca juga: Celtics curi Gim 1 dari Warriors lewat momentum kuarter keempat

Baca juga: Warriors kalah tapi Klay Thompson geser rekor LeBron James

Baca juga: Al Horford tak mau besar kepala atas debut gemilangnya di Final NBA

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2022