Jalani kisah asmara, petembak Fathur-Dewi tetap profesional

Udah lama, 2014 kalau ga salah ketemunya di lapangan

Hanoi (ANTARA) – Petembak Fathur Gustafian dan Dewi Laila Mubarokah tetap bersikap profesional dalam mengejar prestasi di cabang olahraga menembak meski keduanya diketahui menjalin asmara.

“Ya tetap kita profesional. Soal pacaran, tahu waktu dan tempat. Kalau di lapangan ya sebagai sesama atlet, kalau di luar ya, kita tahu batasnya,” kata Fathur di Hanoi, Vietnam, Rabu.

Terbukti, Fathur tetap tampil ciamik merebut medali emas Nomor 10 Meter Air Rifle Mixed Team meski tak berpasangan dengan sang kekasih, Dewi.

Fathur yang berpasangan dengan Citra Dewi Resti memenangi nomor 10 Meter Air Rifle Mixed Team mengalahkan Tim Singapura Tan Fernel Qian Ni dan Gia Tianrui dengan skor 16-10.

“Kalau tambah semangat, pastinya ya,” kata anggota TNI berpangkat Serda yang bertugas di Bengkel Pusat Peralatan (Bengpuspal) Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad TNI AD), Bandung itu.

Kebetulan, Dewi juga anggota TNI berpangkat Serda dengan tempat dinas yang sama.

Fathur menceritakan sudah lama menjalin kisah cinta sekitar tahun 2014 saat sama-sama bertemu di lapangan tembak.

Baca juga: Fathur cium kening sang kekasih usai raih emas menembak

“Udah lama, 2014 kalau ga salah ketemunya di lapangan. Karena sama-sama cocok ya udah,” kata Fathur.

Mereka berdua pun sudah berencana melanggengkan kisah asmara, tetapi ingin memaksimalkan dulu prestasi, terutama di SEA Games dan ajang yang lebih tinggi.

“Kita maksimalin dulu di sini, mudah-mudahan bisa lebih baik lagi ke depannya. Bisa sampai Olimpik juga. Kalau cuma nasional, tingkat Asia Tenggara dibanding Olimpik masih jauh,” katanya.

Namun, diakui Fathur, rencana menikah tetap ada, apalagi kedua orang tua mereka sudah saling merestui.

“Kalau ada rezeki, kalau ga tahun ini, ya tahun depan,” kata Fathur.

Sementara itu, Manajer Tim Menembak Kolonel Arh Candy Christian Riantori mengaku sudah mengetahui kisah asmara Fathur-Dewi dan menyerahkannya kepada mereka berdua karena bersifat pribadi.

“Sejauh tidak mengganggu program latihan, progressnya meningkat, tidak ada pengaruh dengan prestasi, tidak ada masalah,” katanya.

Candy melihat selama ini mereka berdua bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan, terbukti dengan raihan emas di SEA Games 2021 Vietnam.

Baca juga: Fathur-Citra tambah satu medali emas menembak

Baca juga: Sukses Dewi Laila pada SEA Games jadi “tabungan” Bogor hadapi Porprov

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022