Iqbal, berawal main tembak-tembakan jadi atlet

Hanoi (ANTARA) – Petembak Muhamad Iqbal Raia Prabowo mengakui hobi bermain tembak-tembakan turut mengantarkan dia menjadi atlet cabang olahraga menembak sampai berkompetisi dalam SEA Games 2021 di Vietnam yang merupakan debutnya.

“Saya sudah ikut (olahraga) menembak sejak kelas 6 SD (sekolah dasar). Waktu kecil itu memang suka main tembak-tembakan,” kata Ibank, sapaan akrab Iqbal, di Hanoi, Vietnam, Senin.

Melihat bakat terpendam Iqbal, sang ayah yang kebetulan memiliki kawan di Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) mendaftarkan anaknya.

“Setelah saya coba, ternyata hasilnya di atas rata-rata. Ya sudah ikut terus sampai sekarang,” kata remaja kelahiran Jakarta, 20 Februari 2005 itu.

Meski baru berusia 16 tahun, Ibank sudah menjajal berbagai event menembak internasional, termasuk 14th Asian Air Gun Championship 2021 di Kazakhstan.

Dalam ajang yang berlangsung di negara pecahan Uni Soviet tersebut, putra pasangan Hartanto Adi Prabowo dan Ramayani Agustina itu meraih dua medali perak.

Baca juga: Menembak tambah dua emas dan dua perak

Ibank juga menjajal Hungarian open 2021 untuk meraih satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu.

“Ikut juga World Cup Kairo 2022, baru Februari kemarin, tapi peringkat masih jauh,” kata siswa SMA Negeri 1 Semarang itu.

Namun, Ibank sukses meraih dua medali emas pada International Shooting Sport Federation (ISSF) Grand Prix di Jakarta.

Dalam SEA Games 2021, Ibank meraih medali perak  10 Meter Air Pistol beregu putra dan medali perunggu 10 Meter Air Pistol putra.

“Target setelah SEA Games, bisa meraih medali di Asian Games, maupun bisa main dan berprestasi di Olimpiade,” kata dia.

Meski sering bertanding, Ibank tetap tidak mengesampingkan pendidikan, terbukti dengan diterimanya di salah satu sekolah favorit di Kota Atlas.

“Sekolah tetap mendukung. Apalagi, kan saya membawa nama baik sekolah juga,” kata Ibank yang bercita-cita menjadi tentara.

Baca juga: Anang tambah koleksi emas menembak Indonesia menjadi tujuh keping

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2022