IPSI Sumbar masih kekurangan pelatih berlisensi nasional

Pada PON di Papua kemarin, pencak silat Sumbar menyumbangkan satu emas dan satu perunggu. Ini harus kita ditingkatkan pada PON Aceh Sumut mendatang dengan memperbanyak event

Padang (ANTARA) – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Barat mengakui bahwa daerah itu masih kekurangan pelatih berlisensi nasional untuk menciptakan atlet-atlet berprestasi.

“Saat ini Sumbar baru memiliki 8 pelatih berlisensi nasional,” kata Sekretaris Umum IPSI Sumbar Sri Siswani di Padang, Senin.

Sebagai upaya meningkatkan talenta pelatih, imbuhnya IPSI Sumatera Barat telah memprogramkan untuk pelatihan para pelatih. “Untuk menciptakan atlet yang handal dan berprestasi kami akan tingkatkan kompetensi pelatihnya dengan melatih mereka,” katanya.

Baca juga: Festival Pencak Silat Bogor kedepankan eksistensi Cimande

Pelatih yang akan dilatih, katanya akan diambil dari pengurus cabang (pengcab) di kabupaten/kota.

Ia mengakui bahwa perkembangan pencak silat di Sumatera Barat sangat signifikan namun berbanding terbalik dengan prestasinya. Pada PON di Papua, pencak silat Sumatera Barat berada di urutan ke 15 dalam perolehan medali, yakni satu emas dan satu perunggu.

Sri Siswani menambahkan IPSI Sumbar telah membuat program kesinambungan dalam mengembangkan talenta-talenta atlet pencak silat muda dengan memperbanyak kejuaraan-kejuaraan baik tingkat daerah maupun nasional.

Ia mengatakan pada 19 Juni digelar kejuaraan daerah pencak silat di Solok Selatan, 26 Juni juga digelar kejuaraan di Payakumbuh, kemudian 7 Agustus Kejurnas pelajar di Payakumbuh dan 13 Agustus kejurnas di Padang yang diprakarsai IPSI Sumbar.

Baca juga: Asosiasi Pencak Silat Betawi bentuk Korwil di Spanyol dan Chile

Sementara itu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) setempat memperbanyak event kejuaraan guna menjaring, mengembangkan dan membina atlet-atlet berpotensi di daerah itu sehingga olahraga yang merupakan tradisi Minangkabau ini bisa berprestasi di tingkat nasional.

“Pada PON di Papua kemarin, pencak silat Sumbar menyumbangkan satu emas dan satu perunggu. Ini harus kita ditingkatkan pada PON Aceh Sumut mendatang dengan memperbanyak event,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Dedy Diantolani.

Ia mengakui, pandemi COVID-19 mempengaruhi pembinaan para atlet, termasuk pencak silat sehingga berpengaruh terhadap prestasinya.

Pencak silat, katanya, merupakan salah satu cabang olahraga prioritas Sumbar untuk berprestasi di kejuaraan nasional maupun PON. Dalam pembinaannya, bukan saja saja melalui pemerintah provinsi namun pihak legislatif juga turun tangan ikut membina pencak silat.

Baca juga: PB IPSI tunjuk Abas Akbar jadi pelatih timnas

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2022