Indonesia berpeluang tambah dua emas dari bulu tangkis hari ini

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Indonesia berpeluang menambah dua medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis menyusul penampilan tiga wakil Merah Putih yang akan turun dalam laga final SEA Games 2021 Vietnam di Bac Giang Gymnasium, Bac Giang, Minggu.

Satu medali emas sudah diamankan karena satu partai final hari ini akan mempertemukan dua ganda putra Indonesia antara unggulan pertama Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Rambitan dan unggulan kedua Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang bakal dimulai sekitar pukul 14.30 WIB.

Emas tersebut akan menjadi emas pertama yang didapat Indonesia dari sektor ganda putra setelah sempat lepas dalam dua edisi terakhir pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur dan 2019 di Filipina.

Baca juga: All Indonesian Final tercipta di ganda putra bulu tangkis SEA Games

Merah Putih berpeluang menambah satu emas dari nomor ganda putri. Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang baru pertama kali dipasangkan itu akan berjuang mempertahankan medali emas ganda putri yang sebelumnya diraih pada SEA Games 2019 Filipina melalui pasangan Apriyania Rahayu/Greysia Polii.

Namun perjuangan Apri/Fadia untuk merebut emas kali ini diprediksi tidak akan mudah karena mereka akan berhadapan dengan unggulan kedua asal Thailand Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaar.

Benyapa/Nuntakarn sebelumnya juga menyingkirkan ganda putri Febby Valencia/Ribka Sugiarto dalam laga final beregu putri SEA Games 2021.

Pada SEA Games 2019 Filipina, tim bulu tangkis Indonesia menyumbang tiga medali emas dari nomor beregu putra, ganda putri dan ganda campuran.

PP PBSI sebagai federasi bulu tangkis Indonesia juga menargetkan tiga medali emas di SEA Games kali ini. Namun Indonesia gagal mempertahankan emas pada nomor beregu menyusul kekalahan tim putra dari Thailand pada babak semifinal.

Baca juga: Apriyani/Fadia lolos ke final, Putri KW takluk kepada Pornpawee

Baca juga: Hasil bulu tangkis SEA Games 2021: 7 wakil Indonesia ke semifinal

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2022