Hamilton terkena penalti grid karena power unit baru di Monza

Jakarta (ANTARA) – Lewis Hamilton akan terkena penalti mundur posisi start untuk Grand Prix Italia di Monza karena melebihi alokasi power unit untuk musim ini.

Hamilton akan menggunakan power unit keempat dan komponen-komponen terkait sehingga melebihi alokasi batas tiga power unit per musim.

​​

Meski demikian belum terkonfirmasi apakah Hamilton akan dikirim ke barisan paling belakang di Monza akhir pekan nanti, demikian laman resmi Formula 1, Kamis.

Mercedes beralasan bahwa power unit ketiga Hamilton mengalami kerusakan menyusul tabrakan dengan Fernando Alonso di Spa-Francorchamps, yang menyebabkan sang pebalap Inggris menyudahi balapan lebih dini. Tim Silver Arrow masih bekerja untuk memperbaiki mesin dan komponen terkait dari power unit tersebut.

“Saya akan berupaya sebaik mungkin memperbaiki posisi dari belakang,” kata Hamilton di Monza.

Hamilton berada di peringkat enam klasemen namun sudah terlempar dari perebutan gelar juara musim ini, tertinggal 152 poin dari pemuncak klasemen Max Verstappen dari tim Red bUll dengan tujuh balapan tersisa.

Verstappen telah meraih 10 kemenangan dari 15 balapan musim ini, dan empat terakhir diraih secara beruntun.

Hamilton dan Verstappen terlibat kecelakaan di Monza tahun lalu, di mana mobil sang pebalap Red Bull mendarat di atas kokpit mobil Mercedes bernomor 44 itu. Keduanya gagal menyelesaikan balapan.

Sejumlah pebalap termasuk Max Verstappen memilih mengambil penalti di Belgia, di mana ia dengan dominan menjuarai balapan tersebut, sedangkan Valtteri Bottas dan para pebalap Aston Martin dan Williams kemungkinan segera terkena penalti serupa.

Sementara itu Haas mengonfirmasi Mick Schumacher akan menggunakan girboks baru untuk balapan di Monza sehingga memicu penalti bagi sang pebalap Jerman.

Baca juga: Statistik Grand Prix Italia di Monza

Baca juga: De Vries gantikan Vettel di FP1 Grand Prix Italia

Baca juga: Juara di GP Belanda, Max Verstappen kian melaju

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2022