Dibuka hari ini, WSL G-Land bawa sejumlah keunikan ke peselancar dunia

Kalau ombak di G-Land itu memang salah satu ombak paling bagus di dunia, cuman harus diingat gimana kita selalu bergantung sama alam, semoga pas pertandingan itu ombaknya pada kondisi terbaiknya

Jakarta (ANTARA) – Liga Selancar Dunia atau World Surf League (WSL) yang dibuka hari ini, Jumat, dan menawarkan keunikan kepada peselancar dunia yang telah tiba di Pantai Plengkung atau yang akrab disebut G-Land.

Berada di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI) Arya Sena Subyakto mengatakan bahwa jumlah orang dalam penyelenggaraan liga selancar tersebut dibatasi.

Hal itu, menurut Arya, agar tidak mengganggu kehidupan fauna yang berada di dalam Taman Nasional Alas Purwo, saat pembukaan WSL direncanakan berlangsung sore ini.

Baca juga: PLN siagakan 214 personel jaga listrik saat Liga Selancar Dunia 2022

“Karena ini cagar alam jadi semua kamar-kamar juga sudah disiapin, kan ini karena cagar alam sebenarnya WSL dibatasi cuma 200 orang yang boleh masuk ke lokasi pertandingan supaya kehidupan binatangnya tidak terganggu,” ujar Arya kepada ANTARA lewat panggilan suara.

Menariknya, di tengah laut dibangun judge tower yang akan digunakan sebagai tempat penilaian para juri. Hal itu menjadi istimewa, sebab tidak semua lokasi turnamen selancar menggunakan demikian — hanya di Tahiti dan Fiji.

“Untuk sistem penjuriannya istimewanya pertandingan ini adalah karena ombaknya itu di tengah, jadi kita harus bikin judge tower atau enggak panggung untuk juri di laut, makanya kalau pengunjung enggak bisa lihat dari pinggir,” kata Arya.

Hal tersebut menandakan bahwa G-Land memiliki ombak dengan karakteristik salah satu yang terbaik di dunia, dengan panjang gelombang bisa mencapai dua kilometer.

“Kalau ombak di G-Land itu memang salah satu ombak paling bagus di dunia, cuman harus diingat gimana kita selalu bergantung sama alam, semoga pas pertandingan itu ombaknya pada kondisi terbaiknya,” ucap Arya.

Baca juga: Menpora harapkan prestasi Rio Waida berlanjut di WSL Banyuwangi

Siap berkompetisi

WSL merupakan liga selancar paling bergengsi di dunia dengan social engagement tertinggi ketiga untuk ajang olahraga setelah National Basketball Association (NBA) dan National Football League (NFL/liga football AS), mengalahkan MotoGP yang berada di posisi sembilan.

WSL G-Land, yang merupakan gelaran kelima dari seri World Championship Tour musim ini, akan diikuti oleh peselancar kelas dunia. Tur kejuaraan selancar dunia itu awalnya diikuti oleh 32 peserta putra, namun mengerucut hanya 22 peserta putra pada seri kali ini.

Ajang selancar G-Land akan diikuti 12 peserta putri dan 24 peserta putra, dengan dua di antaranya pemegang wild card yakni peselancar nasional asal Indonesia Rio Waida karena prestasi yang dia torehkan, terakhir adalah Sydney Surf Pro, awal pekan ini.

Pemegang wildcard lainnya adalah Gabriel Medina. Peselancar asal Brazil tersebut sempat rehat dari dunia profesional yang membesarkan namanya itu karena isu kesehatan mental dan mendapatkan kesempatan untuk tampil di G-Land Pro lantaran menjadi juara dunia tahun lalu.

Sementara dua Olimpian pemegang wild card tersebut bersiap, para peselancar dunia telah tiba di G-Land. Salah satunya adalah peraih emas Olimpiade Tokyo, Italo Ferreira.

Peselancar asal Brazil itu tampak telah menjajal ombak. Dalam unggahan di akun Instagram miliknya, dia mengatakan bahwa G-Land memiliki “gelombang tercepat di dunia.”

WSL G-Land dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei hingga 6 Juni 2022.

“Tapi ingat pertandingan surfing kadang-kadang kita kebut kalau kita tahu menurut ramalan ombaknya akan jelek. Biasanya dikebut juga untuk dihabiskan,” tutup Arya.

Baca juga: Menpora dukung Liga Selancar Dunia di Banyuwangi

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2022