Charlotte Hornets bajak asisten pelatih Warriors Kenny Atkinson

Jakarta (ANTARA) – Charlotte Hornets dikabarkan telah memutuskan untuk menunjuk asisten pelatih Golden State Warriors, Kenny Atkinson, sebagai pelatih kepala baru mereka menyongsong NBA 2022-23.

Kolumnis The Athletics, Shams Charania, pada Sabtu melaporkan bahwa Atkinson telah menjalani pertemuan dengan jajaran manajemen Hornets pada Rabu (8/6) lalu, termasuk pemilik tim Michael Jordan, sebelum diputuskan menjadi pelatih kepala.

Sementara itu menurut laporan kolumnis ESPN Adrian Wojnarowski, Atkinson dan Hornets telah menyepakati kontrak yang berdurasi empat tahun.

Atkinson menjadi asisten pelatih Warriors kedua yang akan meninggalkan tim itu musim depan, setelah sebelumnya Sacramento Kings juga menunjuk Mike Brown sebagai pelatih kepala baru mereka.

Kendati demikian, baik Atkinson maupun Brown saat ini masih bertugas mendampingi Steve Kerr yang tengah memimpin Warriors dalam rangkaian Final NBA.

Ini akan menjadi jabatan pelatih kepala kedua yang dijalani Atkinson di NBA, setelah sebelumnya ia juga sempat menangani Brooklyn Nets sejak 2016.

Atkinson menukangi Nets tak sampai empat musim penuh sebelum mengundurkan diri pada 7 Maret 2020 hanya beberapa saat sebelum NBA 2019-20 ditangguhkan karena pandemi COVID-19.

Selama menangani Nets ia hanya mampu membawa tim itu sekali menembus fase playoff pada 2018-19 tapi terhenti di putaran pertama setelah disingkirkan Philadelphia 76ers dalam lima gim saja.

Dalam kurun waktu nyaris empat musim menukangi Nets, Atkinson punya rekor menang kalah 118-190 di mana ia mewarisi proyek perombakan tim dan terus memperlihatkan peningkatan di tiap musimnya hingga mundur pada 2020.

Pengalaman mengembangkan pemain dan talenta muda sembari menanamkan struktur pertahanan kukuh ditengarai menjadi salah satu alasan Hornets menjatuhkan pilihan kepada Atkinson, mengingat Pemain Debutan Terbaik (Rookie of the Year) NBA 2020-21 LaMelo Ball saat ini menjadi pondasi utama tim.

Pada NBA 2021-22 Hornets finis di posisi kedelapan Wilayah Timur dengan catatan 43-39, tapi gagal menembus playoff setelah dua kali kalah di turnamen play-in.

Itu membuat Hornets absen dari playoff untuk enam musim beruntun dan menjadi catatan terburuk kedua di belakang Kings yang 16 musim absen.

Baca juga: Curry borong 43 poin, Warriors rebut Gim 4 demi imbangi Celtics 2-2

Baca juga: Giliran Jason Terry didekati Utah Jazz untuk posisi pelatih kepala

Baca juga: Gim 4 Final NBA: Warriors butuh sosok selain Curry berperan lebih

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2022