Catatan SEA Games – Satu-satunya masjid di Hanoi

Jakarta (ANTARA) – Sejak tiba di Hanoi, Vietnam, Selasa (10/5) lalu, rindu rasanya mendengar suara adzan berkumandang karena hampir lima hari ini hanya bisa mengandalkan jam untuk menandai waktu sholat.

Kebetulan, waktu di Hanoi sama persis dengan Waktu Indonesia Barat (WIB), tetapi senja di negara berpaham sosialis-komunis itu terasa lebih lama daripada di Indonesia.

Penasaran, ANTARA coba menelusuri keberadaan masjid di Hanoi melalui peta digital dan menemukan Masjid Al Noor Hanoi (Al Noor Mosque) yang beralamat di Jalan Hang Luoc Nomor 12, Hanoi.

Berbekal informasi seadanya, ojek daring segera diorder menuju ke lokasi yang dituju yang hanya berjarak sekitar enam kilometer dari Vinhomes, Green Bay, Hanoi, hotel tempat menginap.

Baca juga: Catatan SEA Games – Sensasi naik ojek daring di Vietnam

Setelah kurang lebih setengah jam perjalanan, sampailah di lokasi. Gapura kuno bertuliskan Masjid Al Noor, Thanh Duong Hoi Giao Al Noor, berdiri kokoh menyambut.

“Assalamualaikum”, sapa Imam Masjid Al Noor Hanoi Ustaz Nasir dengan ramah, sembari permisi untuk mengambil air wudlu.

Ruangan Masjid Al Noor tak begitu besar, tetapi begitu masuk ke dalam terdapat cukup ruang untuk menampung sampai 200-an orang.

Di samping ruang utama masjid berarsitektur kuno dengan dominasi warna hijau dan putih itu, terdapat Alquran dan kitab tersusun rapi berderet di rak buku.

Lokasi masjid juga tak jauh dari terminal bus, Stasiun Kereta Api Long Bien, dan pasar tradisional Dong Xuan.

Selama ini, masjid itu ternyata kerap didatangi pelancong dari negara lain, seperti Indonesia, Malaysia, dan negara-negara yang berpenduduk muslim lainnya.

Apalagi, saat ada gelaran SEA Games seperti sekarang. Banyak kontingen dari negara-negara lain yang mendatangi satu-satunya masjid yang ada di Hanoi itu.

Baca juga: Catatan SEA Games – Jarak arena pertandingan sangat jauh

Baca juga: Catatan SEA Games- masker tak lagi wajib dikenakan di jalanan Vietnam

Baca juga: Catatan SEA Games – Kendala berbahasa Inggris di Vietnam

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022