Balapan di Austin sadarkan Quartararo “top speed” bukan segalanya

Jakarta (ANTARA) – Pebalap tim Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo mengatakan dirinya mengubah cara pandang soal bagaimana menjalani musim kompetisi MotoGP 2022 sejak balapan di Austin.

Sebelum Grand Prix Amerika Serikat yang menjadi seri keempat di kalender tersebut, sang pebalap Prancis selalu mengeluhkan motor Yamaha M1 kalah dalam hal “top speed” dibandingkan tunggangan rival-rivalnya.

Tapi pola pikir itu berubah setelah dan Quartararo mengaku telah menemukan perbaikan diri sejak di Texas.

“Di Qatar dan Argentina, khususnya, saya bisa bilang saya terlalu banyak mengeluh dan di kepala saya yang ada adalah ‘top speed’ lebih lamban dari yang lainnya,” kata Quartararo dalam jumpa pers jelang Grand Prix Jerman, Sachsenring, dalam keterangan resmi MotoGP, Kamis.

Baca juga: Quartararo perpanjang kontrak dengan Yamaha hingga 2024

Baca juga: Quartararo ungkap alasan bertahan di Yamaha

“Tapi di Austin, saya memutuskan untuk menghentikan mentalitas seperti ini karena saya akan menggunakan motor yang sama sepanjang tahun, dan lakukan saja yang terbaik dengan yang Anda miliki.

“Pada dasarnya serupa dengan tahun lalu, dan kami dapat meraih hasil balapan yang sangat baik, dan saya rasa langkah yang saya lakukan secara mental di Austin membuat saya bukan lebih termotivasi, tapi lebih fokus.

“Sejak Portimao, saya selalu finis lima besar, jadi saya rasa itu bagian pertama yang sangat baik dari musim ini, di samping beberapa hasil balapan yang saya tidak senangi.”

Quartararo tiba di Jerman dengan keunggulan 22 poin di puncak klasemen atas rival terdekatnya, Aleix Espargaro dari tim Aprilia.

Setelah menunjukkan Yamaha M1 kompetitif di dua balapan beruntun sebelumnya, sang pebalap Prancis percaya diri dapat meraih hasil positif lagi kali ini.

P3 Quartararo di Sachsenring tahun lalu merupakan podium perdananya di daratan Jerman, dan ia merasa ingin lebih baik lagi dari itu.

Marc Marquez menjadi raja Sachsenring dengan total 11 kemenangan dalam setiap kelas.

Baca juga: Quartararo: Balapan di Sachsenring melelahkan secara mental

Pebalap Spanyol itu tak terkalahkan di Jerman dalam delapan balap MotoGP berturut-turut sejak 2013 hingga 2021, kecuali 2020 yang ditiadakan karena pandemi. Marquez juga menang dua kali pada kelas Moto2 dan satu kali dalam kelas 125cc.

Capaian itu membuat Honda sebagai pabrikan paling sukses di Sachsenring sejak 1998 dengan 17 kemenangan yang 11 di antaranya dipersembahkan Marquez.

Para pebalap Honda juga menguasai pole position GP Jerman dari 2011 hingga 2019. Johann Zarco (Ducati) tahun lalu menjadi satu-satunya pebalap non Honda yang start terdepan di Sachsenring sejak Jorge Lorenzo pada 2010 bersama Yamaha.

Absennya Marquez, yang harus menjalani operasi dan pemulihan lengan, hingga akhir musim ini, membuka peluang bagi Quartararo dan pebalap lain untuk menaiki podium teratas di Jerman.

Sementara itu, kemenangan terakhir Yamaha di Sachsenring diperoleh lewat penampilan Valentino Rossi dari pole position pada 2009. Yamaha memiliki empat catatan kemenangan dalam kelas premier sejak 1998 di sana lewat dua pebalapnya yaitu Rossi dan Max Biaggi.

Baca juga: Blunder di Catalunya bikin Espargaro susah tidur

Baca juga: Tinggalkan Ducati, Miller berlabuh ke KTM untuk musim 2023-2024

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2022