Bakal bertemu Indonesia, pelatih Australia waspadai Bolden

Jakarta (ANTARA) – Pelatih kepala tim Australia Michael Clancy Kelly mewaspadai pemain tim nasional bola basket Indonesia, Marques Bolden, pada pertandingan selanjutnya dalam Piala FIBA Asia 2022 yang dijadwalkan Sabtu.

Baca juga: FIBA puji keseriusan Indonesia selenggarakan Piala Dunia ya

“Kita telah melihat dia di dalam turnamen sejauh ini, kami perlu memperlambat dia, tangannya sangat cepat,” ujar Kelly dalam konferensi pers selepas pertandingan melawan Arab Saudi di Istora, GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis.

Kelly juga memuji penampilan timnas bola basket Indonesia saat melawan Arab Saudi, Selasa. Dia mengatakan tim Merah Putih memiliki performa yang sangat baik saat itu, selain dukungan penonton yang menurut dia menjadi faktor X kemenangan.

Terkait penampilan anak asuhnya dalam dua pertandingan terakhir, menurut Kelly butuh sedikit penyesuaian setelah beberapa pemain baru bergabung dalam tim pada Piala FIBA Asia 2022.

Baca juga: Indonesia Arena, stadion ‘hijau’ di jantung Kota Jakarta

Australia berada di puncak klasemen Grup A setelah mengalahkan Arab Saudi. Dalam laga perdananya, Selasa, Tim negeri kanguru tersebut memetik kemenangan atas Yordania dengan 78-60. Posisi itu semakin tak tergoyahkan menyusul kekalahan Indonesia dari Yordania yang membuat tim Merah Putih merosot ke urutan ketiga.

Yordania berada di urutan kedua menggeser tim Merah Putih, sementara Arab Saudi, yang akan bertemu Yordania pada hari Sabtu, berada di urutan paling buncit.

Sementara itu, Bolden masuk dalam nominasi penampilan debut terbaik pada laman Piala FIBA Asia 2022. Situs resmi kompetisi bola basket tingkat Asia tersebut menggelar jajak pendapat yang bisa diakses untuk umum sejak Kamis siang ini.

Pemain naturalisasi asal Amerika Serikat itu juga memimpin kemenangan Indonesia 80-54 saat menghadapi Arab Saudi, Selasa. Pelatih Arab Saudi Mohamed Mounir Youssef Ekerdany juga menyebut Bolden memiliki peran penting dalam skuad tim Indonesia.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2022